7 Tanaman Herbal Obat Darah Tinggi Yang Sangat Berkhasiat

Darah tinggi atau hipertensi merupakan salah satu penyakit mematikan. Bahkan penyakit ini dijuluki dengan “the silent killer”, karena banyak orang yang tiba-tiba meninggal akibat penyakit ini. Bahkan, hipertensi dapat memicu munculnya penyakit serius lainnya, seperti gangguan jantung, stroke, ginjal dan lainnya. Obat darah tinggi dapat dengan mudah ditemukan, baik dalam bentuk resep dokter ataupun herbal.

Tanaman Obat Darah Tinggi

Meskipun zaman telah modern, namun masih banyak penderita hipertensi yang mencari obat darah tinggi alami dari tumbuhan. Faktanya memang terdapat beberapa jenis tanaman yang dipercaya ampuh untuk menurunkan darah tinggi dari zaman dahulu, yaitu;

Sirsak (Annona muricaka)

Selain memiliki buah yang rasanya enak, tanaman sirsak juga memiliki daun yang berkhasiat ampuh sebagai obat darah tinggi. Cara kerjanya adalah dengan mengurangi resistensi pembuluh darah perifer. Minum rebusan daun sirsak secara rutin, maka dapat membantu menurunkan darah tinggi secara cepat. Cara mengolah daun sirsak sebagai obat darah tinggi sangat mudah. Anda cukup merebus 10 lembar daun sirsak dengan 2 gelas air selama 15 menit atau hingga tersisa 1 gelas, kemudian minum.

Daun seledri (Apium graviolens)

Di dalam daun seledri terkandung isokuerseting, apiin, apigenin dan flavonoid yang dapat membantu menurunkan kadar darah yang meninggi. Cara kerjanya yaitu dengan menghambat enzim angiotensin converting, agar tekanan darah semakin menurun. Cara mengolah daun seledri sebagai obat darat tinggi sangat praktis. Anda cukup merebus 250 gram daun seledri hingga mendidih, kemudian saring dan minum airnya secara rutin.

Obat darah tinggi dari daun seledri ini tidak boleh dikonsumsi bersama dengan obat antikoagulan, seperti dalteperin, asparin dan warfarin. Jika dilanggar, dapat mengakibatkan pendarahan. Selain itu, ibu hamil dan menyusui juga tidak disarankan untuk menggunakan daun seledri sebagai obat darah tinggi.

Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi)

Selain sering digunakan sebagai bahan masakan, belimbing wuluh juga memiliki khasiat untuk mengobati darah tinggi. Kandungan flavonoid dan diterpen alcohol asiklik yang terdapat di dalam buah masam ini bersifat antihipertensi. Mekanisme penyembuhannya disebut diuretika, yaitu mengeluarkan jumlah air dalam plasma darah melalui buang air kecil. Cara pengolahan belimbing wuluh sebagai obat herbal darah tinggi yaitu;

  • Cuci 3 buah belimbing wuluh
  • Potong-potong
  • Rebus dengan 3 gelas air bersih
  • Tunggu hingga mendidih dan tersisa 1 gelas air
  • Diamkan hingga dingin
  • Saring, kemudian minum

Belimbing wuluh untuk pengobatan anti hipertensi ini sangat baik dikonsumsi setelah makan pagi.

Jinten Hitam (Nigella sativa)

Jinten hitam atau habbatussauda adalah salah satu obat darah tinggi alami tradisional yang ampuh dan teruji oleh banyak penelitian laboratorium. Di dalam rempah-rempah ini terdapat zat aktif yang dapat menghambat kanal ca, ace inhibitor dan diuretic. Cara pengaplikasian jinten hitam sebagai herbal penurun darah tinggi, yaitu dengan mencampur 1 sendok teh minyak jinten hitam dengan madu hingga rata. Konsumsi ramuan herbal ini sebanyak 3 kali dalam sehari secara rutin, yaitu pada waktu sarapan, makan siang dan makan malam.

Mengkudu (Morinda citrifolia L)

Buah mengkudu kaya akan scopoleting. Zat tersebut dapat memperlebar saluran pembuluh darah yang mengalami penyempitan. Apabila pembuluh darah lebar, maka jantung tidak akan bekerja terlalu keras dalam memompa darah, sehingga tekanan darah menjadi normal. Selain itu, ekstrak etanol yang terdapat dalam buah mengkudu juga berkhasiat untuk menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolic laki-laki dewasa secara signifikan.

Cara memanfaatkan mengkudu untuk obat alami darah tinggi yaitu dengan mengambil sari-sari buahnya untuk dikonsumsi 2 kali sehari, yaitu pada pagi dan malam hari. Dosis yang disarankan adalah 1-2 sendok makan atau setara dengan 15ml-30 ml. Agar penyerapannya sempurna, minumlah sari-sari buah mengkudu setengah jam sebelum makan atau 2 jam sesudah makan.

Mentimun (Cucumis sativus)

Salah satu obat darah tinggi alami yang telah terkenal sejak dahulu adalah mentimun. Buah sekaligus sayuran ini dapat diolah menjadi lalapan atau dibuat jus mentimun. Cara mendapatkan khasiat mentimun untuk obat darah tinggi harus menggunakan dosis yang tepat. Karena jika terlalu banyak mengkonsumsi mentimun justru dapat membuat tubuh drop. Sebelum mengkonsumsi mentimun, pasien disarankan untuk cek tekanan darah terlebih dahulu, agar hasil yang didapat akan akurat dan maksimal.

Bawang putih

Bawang putih mengandung senyawa Aenyawa Aliin yang dapat berfungsi sebagai antihipertensi. Cara kerja senyawa ini adalah dengan memberikan efek vasodilatasi pembuluh darah, sehingga dapat menutup kanal Ca sekaligus membukakan kanal K dan menyebabkan terjadinya hiperpolarisasi. Hiperpolarisasi inilah yang dapat membuat otot menjadi relaksasi.

Bawang putih dapat dikonsumsi secara langsung atau dapat digunakan sebagai bumbu dalam memasak makanan. Dosis rata-rata harian umbi bawang putih segar untuk menurunkan tekanan darah tinggi adalah 4 gr, dikonsumsi dua kali sehari. Selain itu, Anda pun dapat mengkonsumsi minyak esensial bawang putih dengan dosis yang disarankan adalah 8 mg sehari. Jika Anda menggunakan bumbu dapur ini sebagai obat penurun darah tinggi, sebaiknya tidak digunakan bersamaan dengan obat antikoagulan dan warfarin, karena dapat memicu terjadinya pembekuan darah.

Penyakit darah tinggi atau hipertensi tergolong penyakit yang serius dan harus segera ditangani. Bahkan penyakit ini tidak hanya sering menyerang orang tua, tapi juga orang muda. Oleh sebab itu, sebisa mungkin pastikan tekanan darah Anda normal. Meskipun obat darah tinggi mudah ditemukan, namun mencegah tetap lebih baik daripada mengobati.